MARI KITA BAYANGKAN SESUATU DI MASA DEPAN,

at our eighties.

Kami berdua duduk santai di taman sembari menunggu matahari terbenam, sambil mengelus kucing liar yang entah datang dari mana. Apa yang ingin kami ingat saat itu? Apakah pas kami degdegan karena gak beli tiket kereta dari Maranola ke Levanto? Atau pas kami mampir ke toko orang muslim di Pokhara dan berakhir makan siang gratis di rumah mereka? Atau pas makan ayam pokpok sepiring berdua di London?

Justin gak menduga bahwa paksaan Mas Gepeng untuk membuat paspor akan membawa dia ke dunia yang gak pernah disangka. Dan sejak saat itu, kami—yang masih kerja kantoran ini—berusaha menabung dan memanfaatkan waktu libur dan cuti untuk mengeksplorasi tempat-tempat seru di Indonesia dan luar sana.


Sekilas tentang Justin + Nindyo,

kami bertemu saat kuliah psikologi di UGM. Mas Gepeng sudah skripsi, Justin mahasiswa baru. Setelah persahabatan yang menyenangkan selama tujuh tahun, kami saling jatuh cinta dan menikah. Sekarang kami tinggal di rumah mungil di dekat kolam pancing ikan, kandang ayam, bersama kucing-kucing baik yang tidur di dalam maupun ngekos di halaman depan.

Tentang A Plate for Two

Kami menyebutnya rumah online—dan dia lebih bersih dari rumah tapak kami, karena gak ada kucing di sini xixixi. Blog ini awalnya bernama justinlarissa.com, kurang couple banget padahal ada #justinindyo di setiap cerita. Akhirnya ganti nama jadi A Plate for Two biar keren. Lho namanya kok gitu? Karena kami ini ngirit, jadi kalau makan suka sepiring berdua haha.

Justin adalah penulis dan fotografer tetap blog ini. Lha Mas Gepeng ngapain? Dia yang fotoin Justin, yang jagain dan baik-baikin Justin kalau lagi ngambek wkwk.


〰️

Begitu lah. Kami ingin berbagi cerita perjalanan kami yang sebenar-benarnya, yang real, funny, meaningful, yang pingin ajak sobat pembaca menikmati semuanya di dunia yang indah ini.

Sekali lagi, selamat datang di rumah online kami.

Salam hangat,