February 16, 2020 Bali, Indonesia

The Bali Food-Mile from Ubud, Canggu, to Jimbaran (UPDATED)

The Bali-Food-Mile
Katanya Pinterest, everyone should have a love affair in Bali. And I do have a love affair, not with my husband—karena cinta kita bersemi di Jakarta wkwk, tapi sama makanannya! Dari yang tradisional sampai yang sehat-sehat vegan cucok meyong gitu tersebar di area-area eksotis Bali seperti Ubud, Canggu, dan Jimbaran. So gaes let me share our "Bali Food-Mile" to show you where to get more out of your day. Buat yang lagi holiday-holiday cantik atau eksplorasi a la My Trip My Adventure di Bali dan butuh asupan kelezatan hakiki dari makanan-makanan khas dan sehat, monggo dilanjut baca.

UBUD

Pasar Sentral Ubud

Cocok untuk sarapan

Tempat yang paling membuat bahagia saat traveling adalah pasar tradisional. Kemana pun perginya entah Nepal, Yogyakarta, London, Belitung, saya selalu mampir ke pasar. Nah di Ubud juga ada banyak pasar, salah satunya yang di Ubud pusat/sentral. Sudah dua kali kesini dan tetap bertahan satu ce-i-en-te-aaa~

Ada dua makanan yang saya rekomendasikan untuk sarapan. Pecel nenek dan pecel ibu. Apa bedanya?

Pecel nenek ini ada dekat pintu masuk pasar dari Jalan Raya Ubud. Cari saja kerumunan ibu-ibu yang pada menunduk dan ketawa, bisa dipastikan mereka sedang mengelilingi si nenek. Nah bagi pendatang yang tidak bisa bahasa Bali, jangan lupa minta tolong sama ibu-ibu untuk disampaikan kalau kita pesan juga. Karena saya kemarin tuh ya dicuekin terus, antrenya lama banget sampai gemetar wkwk. Setelah ada ibu-ibu bantu memesankan, baru deh pecel saya dibuat. Duh nek neekk~

Antre demi makan pecel benyekkan tangan neneq~

Satu porsi pecel isinya nasi, sayur pecel, urap, suiran ikan pedas, suiran ayam pedas, oseng tahu tempe, dan sambal. Rasanya enak sekali. Apalagi sambalnya! Saya pesan Rp5000 saja sudah cukup kenyang! Dahsyat bukan? Jika tidak suka pedas, tidak perlu pakai sambal dan suir ikannya sedikit saja karena memang agak spicy bumbunya.

Lalu pecel ibu (dan anak) karena yang jualan ibu-ibu dan (mungkin) anaknya. Letaknya persis sebelah Pasar Seni, dekat pintu keluar menuju Jalan Monkey Forest, dekat tempat parkir mobil bak sayur. Bedanya dengan pecel nenek adalah disini menggunakan bubur, dilapis saus kacang, lalu diisi sayur (kadang pakai rumput laut), telur rebus, suir ayam, dan sambal. Makanya orang sini menyebutnya bubuh, alias bubur. Pecel ini juga harganya bebas, bisa pesan Rp5000, Rp10.000, atau mau Rp15.000. Yang penting bayar sih wkwk.

Lapak bubuh bali sungguh menggoda
Bubuh bali dimakan di pinggir sawah, wangun ora?
Beli jamu cem-cem juga di pasar, rasanya seperti rujak. Segar deh!

🚩 Pasar Sentral Ubud di Jalan Raya Ubud, seberangnya Ubud Palace
πŸ” 05.00 - suka suka
πŸ’° Rp15.000 - Rp30.000 untuk sarapan berdua


Mamma Mia

Cocok untuk makan siang/malam

Mamma Mia adalah salah satu dari sekian banyak restoran Italia yang direkomendasi untuk di coba ketika main ke Ubud. Meski sudah banyak restoran/kafe baru yang menjadikan makanan Italia sebagai signature dish-nya, tapi Mamma Mia masih tidak ada matinya gaes! Mamma Mia! Here I go again~

Tempatnya bukan yang sophisticated atau rustic-rustic atau entah lah, Intagramable seperti biasa anak zaman now menyebutnya. Tapi lebih seperti tempat makan sederhana yang tidak berlebihan dan tidak ala kadarnya juga. Membuat saya merasa seperti ada di rumah (tetangga) wkwk. Mamma Mia menyediakan aneka appetizer, pizza, pasta, main dishes, salads, desserts, dan aneka minuman. Semua menunya menarik, jadi pesan saja sesuai selera.

Rasanya sudah pasti enak. Lha direkomen oleh banyak orang kok masa tidak enak wkwk. Pizzanya satu loyang cukup buat berdua tapi tidak cukup mengenyangkan—ini subjektif sekali ya gaes-gaesqu, perut kita berdua memang agak melar saat di Bali, jadi kita coba pastanya juga. Rasanya enak sekali seperti mimpi~

Menurut beberapa sumber, pemilik restoran ini memang orang asli Italia jadi resepnya sangat otentik. Menu-menu khas yang sudah familiar sebut saja seperti Spaghetti Bolognese, Pizza Marinara (isi seafood), Garlic Bread, Penne Salmone, Chicken Mushroom, Garden Salad, Caesar Salad, dan sebagainya.

Wajah antara lapar dan ngantuk karena semalam tidur di emperan bandara wkwk. Pizzanya enaq mamma~

🚩 Jalan Raya Pengosekan, Ubud, Gianyar.
πŸ” 09.00 - 22.00 WITA
πŸ’° Sekitar Rp180.000 - Rp250.000 untuk berdua. Bisa delivery. 



Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku

Cocok untuk makan siang

Umat-umat pembaca setia blog aplatefortwo.com saya beritahu, bahwa Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku ini sungguh SEENAQ ITU! Beruntung saya datang saat low season sehingga gak ada tuh yang namanya nunggu-sampai-gemetar-kelaparan atau susah cari parkir (karena memang parking lot cukup untuk motor saja, mobil parkir dipinggir jalan). Makanan pun datang secepat kilat seperti tendangan Tsubasa!

Saya pesan nasi ayam campur komplit, satu dari dua menu andalan disini yang sesungguhnya beda di penyajiannya saja, campur atau pisah wkwk. Satu porsi nasi ayam campur isinya nasi siram kuah bumbu, ayam pelalah, kacang, lawar sayur, telur pindang, dan sate lilit. Semua sangat pas dari segi porsi dan rasa. Eh, gak juga sih. Kalau bisa sate lilitnya 5 tusuk karena memang itu yang paling saya suka.

Kalau mau makan dengan lebih khidmat, saya sarankan pilih tempat duduk yang lesehan halaman rumah. Jadi bayangkan ya rasa ayam yang manis pedas dan gurih, dengan nasi pedas, sate lilit ayam yang kaya rempah, semua dimakan dalam satu kunyahan sambil duduk mengangkat kaki dan diterpa angin sepoi-sepoi. Indahnya dunia~

Nasi ayam campur, dengan hibahan telur dan ati ayam dari Mas Gepeng

🚩 Jalan Raya Kedewatan No. 13, Ubud, Gianyar
πŸ” 08.00 - 18.00 WITA
πŸ’° Rp25.000 - Rp35.000 per porsi per orang belum minum, tidak bisa berhutang


Kebun Bistro

Cocok untuk makan malam (makan siang juga sih wkwk, atau brunch atau snacking, atau suka suka situ deh)

Kebun Bistro ini saya tahu dari blog Andra Alodita dan menyambanginya saat bulan madu dua tahun silam. Tempatnya memang sangat nyaman ya. Ada sisi outdoor dan indoor dan dua-duanya membuat suasana makan dan ngobrol makin hangat. Kebun Bistro menyebut dirinya Provencal-style bistro yang menyajikan authentic Mediterranean cuisine in a delightful atmosphere. Bagaimana itu maksudnya qu tak paham. Pokoknya nuansa restorannya sangat Eropa, seperti ada di Prancis—padahal belum pernah kesana wkwk. Beda jauh rasanya dengan makan di warteg sebelah kantor.

Ada banyak menu menarik disini seperti Grilled Tuna Pesto Baguette, Moroccan Vegetable Tajine, Wild Mushroom Ravioli, Tuna Steak, Salmon Gravlax, Kebun's Macaroni & Cheese, Pizza Pesto Prosciutto, dan lain-lainnya. Buat saya makanannya enak, tapi bukan yang terenaq wkwk. Saya lebih suka suasananya, entah saat brunch atau sore atau malam, suasanya nyaman sekali. Meski berasa wagu karena mayoritas bule-bule yang ada disini, tapi tetap nyaman. Jika kamu suka tempat temaram, menenangkan, dan ingin memiliki waktu berkualitas berbincang dengan kekasih, saya rekomendasi tempat ini.



🚩 Jalan Hanoman No. 44, Ubud, Gianyar
πŸ” 11.00 - 23.00 WITA (kalau weekend buka jam 09.00)
πŸ’° Sekitar Rp150.000 - Rp400.000 untuk berdua


Dharma Coffee and Juice

Cocok untuk santai sore

Saat bolak balik Ubud dari utara lalu ke sentral, kami beberapa kali melewati area Campuhan dan melihat ada sebuah kafe kecil pinggir jalan yang terlihat nyaman sekali dengan kursi ayunan menggantung dihalamannya. Ketika rasanya badan sudah pliket dan lelah terpapar matahari, akhirnya kami menghabiskan sore dengan duduk santai di kafe yang baru buka pertengahan tahun 2017 ini (kalau gak salah wkwk).

Pemilik kafe aslinya tinggal di Jakarta dan sejak membuka Dharma, mereka pindah ke Bali. Mereka masih muda-muda dan sangat ramah sama siapapun termasuk kami-yang-sudah-tampak-seperti-gembel-dan-gak-mengerti-apa-itu-kombucha wkwk. Iya, saat memesan menu minuman, saya bingung dengan keffir, kombucha, dan cocobiotic. Sebenarnya saya hanya ingin pesan yang dingin-dingin saja supaya segar, gak tahunya direkomendasi sekalian yang sehat. Akhirnya saya pesan water keffir rasa jahe yang surprisingly rasanya benar menyegarkan! Memang agak sedikit aneh, tapi enak kok.

Selain minuman sehat itu, mereka juga menyajikan berbagai olahan kopi (espresso, doppio, black coffee, long black coffee, picollo, latte, capuccino, dll), ada juga kopi yang manual brew, lalu ada cold-pressed juice, teh, dan smoothies. Untuk camilannya mereka menyediakan aneka kue dan muffins. Kalau haus berlebih, mereka menyediakan infused water gratis bebas ambil.

Dharma Coffee and Juice, Ubud, Bali
Water keffir rasa jahe
Dharma Coffee and Juice, Ubud, Bali
Capuccino

Buat saya tempat ini sangat amat menyenangkan. Ukuran kafenya kecil, tapi dekorasinya sederhana dan cantik, sehingga terasa lapang. Bagi para anak socmed yang butuh internet, disini punya WiFi yang bisa dibanggakan juga colokan yang gak nyusahin mencarinya. Atmosfer tempat ini pokoknya cucok meyong! Rasanya ingin pindah ke Ubud lalu duduk sore disana sambil membaca buku atau menulis blog.

Dharma Coffee and Juice, Ubud, Bali
Dharma tampak depan, sudah kelihatan sangat cozy
Dharma Coffee and Juice, Ubud, Bali
Interior dalam. Nyaman bosqu~

🚩 Jalan Raya Sanggingan 45, Campuhan, Ubud, Gianyar
πŸ” 07.30 - 20.00 WITA
πŸ’° Rp15.000 - Rp35.000 untuk minuman per orang


Cafe Lotus

Cocok untuk yang punya duit makan malam

Berada sangat strategis diantara Ubud Palace dan Museum Puri Lukisan, kafe yang sepertinya terlalu jahanam untuk didatangi kalangan kelas teri seperti saya ini memiliki ragam makanan menarik untuk dicoba lho. Mereka punya set menu lengkap mulai dari appetizer, main course, sampai dessert.

Sajian makanannya pun tidak hanya menu lokal seperti bebek/ayam betutu, pisang goreng, babi kecap, nasi goreng, soto ayam, bakso ikan, tapi juga ada menu western seperti burger, lasagna, tuna steak in green peppercorn, dan sup jamur. Tapi tenang, lebih banyak menu lokalnya kok sehingga kita bisa cicip makanan khas Bali yang luar biasa enak.

Enaknya lagi Cafe Lotus menyediakan menu paket untuk 2 orang, jadi buat yang katro sama menu-menunya bisa langsung pesan saja paket yang kira-kira kalau dibaca terasa lezat wkwk. Dan kalau mau yang seru, bisa pesan menu rijstafel alias tumpengan, bisa untuk rama-ramai. Awalnya saya kira tempat ini ningrat banget ya, sudah siap-siap saja bakalan keluar sejuta gitu. Tak tahunya masih lumayan lah ya bisa bayar tidak pakai tinggal KTP atau phone friend pinjam uang.

Cafe Lotus saat malam

🚩 Jalan Raya Ubud, Gianyar
πŸ” 08.30 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp150.000 - Rp400.000 untuk makan berdua

Paradiso

Cocok untuk santai sore/malam

Waktu solo traveling ke Ubud, saya menemukan Paradiso di daftar things-to-do di blog seorang traveler asing. Waw apa nich kok asik ya, pikir saya. Mungkin bisa sekalian cari teman ngobrol karena kadang sunyi banget rasanya solo traveling wkwk.

Jadi Paradiso ini memadukan hiburan nonton bareng sambil makan makanan organik dan plant-based. Kayak self-made bioskop gitu. Film-nya pun seru-seru, kadang yang box office kadang juga film aneh. Sebenarnya gak hanya untuk nonton sih, di sini juga bisa ada pameran, pertunjukan piano, bisa juga dibook untuk meeting atau presentasi. Tinggal update jadwalnya di website mereka terus pilih deh preferensimu.

Saya waktu itu pilih 9, film animasi tentang robot kancing yang mulainya jam tiga sore. Makanannya saya pilih kebab sayuran yang rasanya kari-kari gitu, katanya ini most recommended di sini jadi saya coba. Kalau minum, saya coba chai masala hangat. Mereka juga sediakan aneka minuman sehat seperti jus atau kombucha. Saya pribadi gak begitu cocok dengan makanan dan minuman yang saya pesan, tapi pengalaman nonton bioskopnya menyenangkan kok.

Plant-based kebab.
Suasana di dalam Paradiso.

🚩 Jalan Goutama Sel., Ubud, Gianyar
πŸ” 10.00 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp75.000 (yang Rp50ribu dituker beverages)


Lazy Cats Cafe

Cocok untuk santai sore dan malam

Kafe yang lokasinya gak begitu terlihat dari jalan utama ini adalah rekomendasi teman saya yang asli Bali dan beberapa laman trip. Kafe utamanya di lantai dua, jadi pas datang bisa cuci tangan dulu di wastafel lalu naik tangga menuju kafe. Wah suasana Lazy Cats Cafe sangat nyaman cocok sama slogan mereka "home away from home" karena memang kayak masuk ruang tengah gitu. Ruang tengah rumah orang tapi wkwk.

Saya menghabiskan malam di sini. Duduk di kursi sofa pink yang agak buluk, bantal yang lebih buluk lagi, ditemani kudapan vegetarian sehat nan fotojenik. Kayaknya saya memang kurang cocok sama makanan vegetarian yang bumbunya aneh-aneh, karena saya gak klop juga nih makan baked mushroom manis dan avocado saladnya. Mungkin besok-besok saya langsung pesan salad bowl saja.

Sauteed mushroom yang rasanya manis.
Salad alpukat dan jamur dengan saus asam.
Nuansa di dalam kafe. Nyaman sekali.

🚩 Jalan Raya Ubud, Gianyar.
πŸ” 08.00 - 22.00 WITA
πŸ’° Rp100ribuan makan sama minum

Nostimo Greek Grill

Cocok untuk makan siang (malam oke juga sih)

Saya pergi ke sini untuk makan siang dan berteduh dari sengatan matahari. Jadi datang pukul sebelas, cabut pukul tiga sore. Empat jam di sana, tamunya hanya saya dan si suami istri pemilik yang orang asli Greece. Oh ada sepasang kekasih yang numpang duduk di kursi ayun dan minum jus, lalu pergi. Sepi, tapi malah asyik karena saya nyambi kerja jadi bisa fokuc.

Tempatnya bukan yang super-cozy gitu, tapi rapih dan mayoritas pakai warna putih dengan akses biru laut, rasanya enak dipandang. Pilihan musiknya juga oke dan gak distel terlalu kencang. Nyaman buat makan siang.

Anyway, saya coba satu makanan berat dan satu pendamping. Yang berat adalah falafel dengan roti dan kentang goreng, cocolannya saus yogurt. Falafelnya soooo good! Lembut dan kaya rasa, cocok sama cocolan. Saya kurang suka kentangnya karena gorengan banget.

Pendampingnya adalah terong bakar dengan feta cheese dan corriander. Ini juga saya suka banget! Kulit terongnya memang ada yang terlalu gosong, tapi overall matangnya pas dan ternyata cocok ya sama keju asin. Mungkin kayak gini ya makanan di Greece sana, feta cheese di mana-mana dan apa apa pakai yogurt. Semoga bisa cicipin langsung. Amin gak?

Ruang makan utama di foto dari sudut. Greece banget warnanya!
Terong bakar dengan feta cheese. Ini gak tahu apa pakai terong di pasar atau mana tapi gede banget!
A plate of happiness. Falafelnya so juicy juicy~

🚩 Jalan Raya Pengosekan No. 108, Ubud, Gianyar, ada di jalan satu arah, sebelah kiri.
πŸ” 11.30 - 22.30 WITA
πŸ’° Rp150ribuan makan sama minum.


Celesta Tea

Cocok buat santai sore

Kafe teh ini berada di jalan yang saya selalu lewati setiap keluar hotel menuju Ubud. Kalau dari pusat Ubud, memang jadinya agak ke pinggir, dan memang lokasi yang syahdu untuk minum teh.

Celesta Tea punya banyaaaak banget koleksi teh baik dari dalam maupun luar negri. Semuanya tersimpan rapih dalam saset kertas yang kamu bisa beli dan seduh sesuai anjuran. Saya sore itu cobain teh Kenya dengan paket lengkap, yaitu dapat dua scone yang haruuuum seperti bayi dan krim manis.

Menikmati teh Kenya membuat perut saya enakan setelah beberapa hari kembung. Apalagi minumnya sambil santai di pinggir jendela sambil menyaksikan jalanan Ubud yang sepi. Sanssss banget. Namun sungguh disayangkan, Celesta Tea Ubud sudah tutup permanen dan (kayaknya) si pemilik yang sudah kembali ke Jepang (asal tebak dari akun Instagramnya sih).

Tea time pertama dan terakhir di Celesta Tea.


CANGGU

Moana Fish-Eatery

Cocok untuk makan siang

Memang Canggu terkenal karena pantainya sangat dicintai para surfer, tapi pantai selalu identik dengan makanan laut yang lezat bukan? Salah satu yang sangat cucok meyong adalah Moana Fish-Eatery. Bukan, ini bukan restoran yang temanya tentang anak perempuan berambut keriting yang berlayar bersama ayam ke tengah laut lalu bertemu pria bertato. Tapi ini adalah restoran dengan konsep nyaman dan sederhana khas Polinesia, menyajikan aneka makanan berbahan dasar seafood yang kreasinya super lit!

Di laman Facebook-nya, beberapa review terbaru menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap service-nya Moana. Tapi sungguh ya zuzur, saya mendapatkan pengalaman service yang luar biasa disini. Stafnya sangat ramah dan murah senyum, bahkan ada yang bisa tertawa juga kalau digodain. Saya dua kali pindah meja karena mencari cahaya yang pas untuk foto (namanya juga netizen wkwk), dan meja selalu rapih dan bersih. Apalagi saya sempat minta tambahan saus, dikasihnya pula. Baik sekali bukan? Jadi ya kalau situ lagi berantem sama pacar atau bete karena digigit anjing, mending gak usah makan disini.

Moana Fish-Eatery, Canggu, Bali
Suasana di Moana bikin senang! Kalian harus coba pipis disini karena toiletnya gemas!

Lalu bagaimana makanannya? TERENAQ! Itu saja sih review-nya wkwk. Menunya sangat variatif dan disajikan dengan paripurna. Harganya pun gak bikin kami akhirnya harus tidur di pinggir pantai karena gak punya uang untuk bayar guest house wkwk. Jika kamu suka ikan tuna, ada beberapa menu yang cociks seperti Bora-Bora Poisson Cru (its a Polynesian delight), Poe Tataki (tuna fillet berbumbu), Maui Poke (tuna dengan saus homemade dan potongan alpukat disajikan dalam bowl), Manava Tuna Steak (pakai ginger sauce!), atau Nasi Goreng Tuna buat yang gak bisa makan aneh-aneh wkwk.

Gak suka tuna? Tenang gaes, ada juga ikan mahi-mahi atau bahasa kita menyebutnya ikan lemadang. Varian menunya juga banyak ada Ere Ere Mahi (grilled dan disiram saus homemade), Grainy Dill Mayo Mahi Mahi (grilled pakai mayones), atau Moana Mahi Mahi (digoreng lalu disiram saus mangga). Gak suka ikan mahi-mahi? Ada juga red snapper, udang, tenggiri, atau mau makan salad saja ada kok. Gak suka juga? Minum saja deh, ada jus, smoothies, kopi, teh, atau soft drinks. Gak suka juga? Pulang saja sana.

Moana Fish-Eatery, Canggu, Bali
Ere Ere Mahi: Ikan Mahi-Mahi panggang dengan soy sauce homemade yang super gurih, disajikan dengan nasi merah dan salad.
Moana Fish-Eatery, Canggu, Bali
Moria King Fish with Prawn: Ikan Tuna panggang dengan golden sauce super enak (sampai minta nambah wkwk), disajikan dengan salad dan ubi panggang karena saya gak suka nasi merah. Maap ndeso bu~

🚩 Jalan Pantai Batu Bolong No. 28
πŸ” 11.00 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp150.000 - Rp250.000 untuk makan berdua


Crate Cafe

Cocok untuk sarapan/brunch

Teman saya, Flora—yang super cool itu, mengajak saya dan Mas Gepeng sarapan bareng di Crate yang konon adalah salah satu tempat paling hipster di Canggu. Benar saja, baru jam 9 pagi tempat ini sudah ramai. Bahkan saking ramainya, pemilik sampai mendadak menyiapkan tempat lesehan beralaskan kain belaka. Masuq angin dong~

Crate Cafe, Canggu, Bali
Suasana Crate Cafe jam 10an.

Crate sangat ramah terhadap para umat yang hendak makan sehat demi kadar kolesterol yang terjaga. Banyak varian makanan vegetarian disini, tapi kalau mau makan pork atau telur dadar pun tetap ada kok. Yang saya suka adalah makanan dan minuman disajikan cantik, seolah-olah para koki di dapur sedang riang-riangnya. Rasanya pun enak dan autentik, gak banyak bumbu yang dipakai, jadi kombinasi rasa asli antar bahan makanan jadi kunci enaknya makanan di Crate. Dan tempatnya memang nyaman untuk makan sambil ngobrol. Betah lah lama-lama disini.

Crate Cafe, Canggu, Bali
Sarapannya Mas Gepeng. Anaknya memang gak bisa jauh-jauh dari telor dadar.
Crate Cafe, Canggu, Bali
Menu sarapan saya, dari atas ke bawah ada keju, telur rebus, alpukat, tomat, dan roti panggang. Yang bikin tasty adalah taburan peterseli dan perasan lemon. Yummy!
Crate Cafe, Canggu, Bali
Menu sarapan Flora ada scramble egg, bacon, roti gandum, dan tumis bayam. Mau cicip gak berani wkwk. Kalian suci aqu tak mau dosah~~

🚩 Jalan Batu Bolong No. 64
πŸ” 08.00 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp60.000 - Rp150.000 untuk makan berdua



The Loft

Cocok untuk sarapan/brunch

Jika kamu suka mondar-mandir nongkrong di Jalan Pantai Batu Bolong, kamu akan lihat ada sebuah kafe kecil pinggir jalan yang ramai sekali bule. Kursinya ada yang menghadap jalan jadi saat lewat, kita tahu-tahu bisa saling pandang-pandangan sama bule wkwk. Namanya The Loft, dan ini tempat benar-benar terlalu hits. Kalau kamu anak hits milenial yang suka tempat hits supaya bisa hits, kesini saja.

The Loft ini tempatnya memang cakep sih, apalagi bisa duduk-duduk santai menghadap jalan pas pagi-pagi. Yang tidak enak kalau sudah masuk jam 10, panas banget bok! Kalau makanannya? Nah The Loft punya banyak varian makanan vegetarian/plant based yang fotojenik. Benar-benar fotojenik, yang bahkan lebih menarik ketimbang foto selfie wajahmu wkwk.

Kalau tidak mau yang terlalu sehat, ada juga kok pilihan makanan lain seperti Prawn Spaghetti, Chicken Parmagiana, atau The Loft Burger (buat yang cari makanan non halal wkwk). Mau ngemil saja? Tenang, banyak makanan dan minuman ringan yang asyik buat nemenin nongkrong hits umat-umat semua termasuk pilihan latte, kopi, smoothies, teh, dan jus. Demi menghindari saya menjadi terlalu hits, foto tidak ditampilkan.

🚩 Jalan Pantai Batu Bolong No. 50A
πŸ” 06.30 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp60.000 - Rp150.000 untuk makan berdua


Iwan Jaya Kue

Cocok untuk sarapan

Berpikir bahwa makanan di Canggu mewah-mewah semua dan bikin kantung kempis? Tenang kisanak, ada alternatif. Selain pasar (yang isinya kebanyakan orang Jawa), ada nih penjual kue subuh. Yaa gak subuh banget sih, tapi sebut saja begitu. Namanya Iwan Jaya Kue. Pilihan jajanannya buanyak buanget asli! Dari gorengan sampai yang kukus-kukus ada semua. Dari yang ringan sampai makan berat ada semua. Untuk sarapan, mereka juga jual nasi bungkus dengan dua pilihan lauk yaitu babi dan ayam betutu. Porsinya ya seperti nasi kucing, hanya agak banyak sedikit. Berarti nasi anjing? Ah pokoknya enak. Halal tidak tuh? Bismillah~

Kue kue Bli Iwan

Harganya? Ya tentu saja murah, namanya juga jajanan pasar. Kalau kangen masakan Jawa, sebelahnya ada warung penyetan dan gorengan, yang jualan orang Banyuwangi wkwk. Meskipun warungnya standar gitu, bule-bule pada senang makan disitu lho.

Nasi ayam betutu murah meriah enyak, bismillah halal ya wkwk

🚩 Jalan Raya Canggu No. 29, depan Indomaret, sebelah Warung Jawa Banyuwangi Echo
πŸ” 06.30 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp50.000 - Rp20.000 untuk sekali makan sampai snek-sneknya juga


JIMBARAN

Bela Seafood

Cocok untuk makan siang

Sebenarnya tulisan makanan di Jimbaran ini bonus saja karena saya ke Jimbaran memang hanya untuk makan siang wkwk. Gak apa sekalian saya ceritakan ya, supaya gaes-gaesqu mendapat faedah dari blog ini. Jadi siapa yang gak tahu bahwa banyak tempat makan seafood enak di Jimbaran? Sejak baca tulisannya Sharon, saya bertekad akan makan kerang bakar di Jimbaran no matter what! Akhirnya saya dan Mas Gepeng naik motor jauh-jauh dari Canggu ke Jimbaran hujan-hujan untuk mencoba kerang bakar yang sosoknya menggentayangi sampai ngiler-ngiler.

Pemberhentian pertama adalah ke Warung Mami. Tempat ini banyak banget direkomendasi para pelancong jadi kami sambangi kesana. Tempatnya ada di pinggir Jalan Uluwatu, kelihatan sederhana dan penuh mobil parkir. Saat saya mulai lirik ke dalam mencari meja kosong, bli yang sedang bakar ikan bilang bahwa semua habis, sudah gak tersisa apapun untuk kami pesan even anak kerang gitu. Jeleknya lagi adalah pelayan disini galak banget. Sakit hatiqu. Lalu kami menuju tempat terkenal berikutnya yaitu Menega Cafe di dekat Four Seasons Muaya Beach.

Menega Cafe ini lebih besar dan daya tampung tamunya lebih banyak ketimbang Warung Mami. Tapi pelayanannya gak jauh beda alias sama-sama bikin sakit hatiqu. Saya tanya ke beberapa pelayan untuk meja kosong, dicuekin. Saya datangi meja kosong, katanya reserved. Saya pun gak dikasih pencerahan sebaiknya apa yang saya lakukan dulu, pilih ikan atau jungkir balik. Merasa disakiti, saya pasrah cari tempat makan yang bodo-amat-terkenal-apa-kagak-yang-penting-jual-kerang-bakar.

Beruntungnya di kawasan Muaya Beach ini ada banyak pilihan restoran seafood. Luas tempatnya gak jauh beda juga kok. Kami pun akhirnya datang ke Bela Seafood.

Kami disambut dan diajak pilih ikan, kerang, dan makhluk gak berdosa lainnya yang sudah terbujur kaku dalam kotak penuh es batu. Bela Seafood kebetulan saat itu memang gak begitu ramai, terhitung saat kami kesana, hanya ada empat meja terisi tamu. Tapi ya, zuzur, kerang bakarnya wah ciamik gaes! Enak! Kerangnya segar, gendut, dan racikan bumbu manis gurihnya oke banget apalagi sampai caramelized pas di bakar. Makanlah selagi hangat, karena kalau kelamaan nanti diambil Mas Gepeng wkwk. Gak suka kerang? Ada udang, lobster, dan ikan bakar yang bisa jadi alternatif.

Jadi jangan khawatir kalau restoran seafood terkenal pada penuh dan jahad, masih banyak alternatif yang rasanya juga gak kalah enak.

Shine bright like a diamond banget kerang bakar cintah.
Meja penuh berkah bahagia iya iya~

🚩 Jalan Four Seasons Muaya Beach, Jimbaran
πŸ” 06.30 - 23.00 WITA
πŸ’° Rp100.000 - Rp400.000 untuk makan berdua. Bisa lebih mahal lagi kok tenang saja.



Kalau kamu punya tempat favorit di Bali gak? Kasih tau dong!

12 comments

  1. Salah satu paporit tulisan di blog ini kalo lagi bahas makanan. Bikin ngiler hahahaha

    -Mas Gepeng-
    Nama yang paling sering disebut di blog ini
    Heavy eater

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai sayang akuuuhh. Ayok ke Bali lagi mam kerang! Kali ini kamu seporsi aku seporsi ya. Gak boleh minta!

      Delete
  2. Pernah tinggal 8 tahun di familiar dengan tempat-tempat yang disebut di atas.. Tapi untuk tempat makannya baru baca sekarang... Maklum di sana dulu enggak kuat belinya, bisa cuma lewat depannya.. Duh, kasihan..
    Suka banget sama gayamu bercerita Mbak.. Jadi bikin baper bin laper. .yang jelas saya suka nasi campur juga sate lilit, ayam suir, ikan suir. .lawar sayur.. Semuaaaa..wenaknyaa!!

    Simpen.. Simpen. Buat bekal ke Bali nanti. .
    Btw, lupa.. Salam kenal ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaai mba diaaan. Iya aku juga suka ituu sate lilit, ayam suwir, semua suka! Terima kasih udah mampir yaaaa

      Delete
  3. CAtettin semua tempat2nya, kali aja anniversary taun ini diajak familymoon ke Bali. Hehehe. Pagi2 baca kayak gini bikin ngiler. Putunya cantik2 pula,aha! banget buatku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa familymoon ke Bali ya. Pasti seru! Terima kasih sudah mampir yaa

      Delete
  4. Salah fokus sama sedotan cappucino di Dharma, pake stainless steel! Luv banget.
    Tambahan nih tiiin, kalo ke Ubud jangan lupa ke Warung Men Juwel. Nasi campurnya enaks dan murah banget. Trus kalo ke Sanur mampir mamam ke Mak Beng!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, keren ya, aku jadi pingin punya juga itu setodan begitu. Wah oke oke, makasih tambahannya, entar pas balik kesana tak coba wkwk

      Delete
  5. Dari dulu pengen wisata dalam negeri kunjungin candi-candi, bisa sambil wisata makanan juga ternyata heheh, makasih banyak blognya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuliner Indonesia memang seru untuk di eksplor yah, termasuk candi-candi eksotis. Sama sama terima kasih sudah mampir yaaa

      Delete
  6. Aku bookmark lho ini biar ada referensi kalau ke Bali lagi :D

    Kalo makan seafood di Jimbaran four season, kami ada restoran jagoan Mba, namanya Intan Sari. Harganya relatif murah daripada Menega (setahuku yaa), terus pemiliknya Bli Ketut orangnya ramah dan helpful. Favoritku kalo makan seafood di sana udah pasti kerangnya, pesen 2 kilo puwasss banget sama nasi putih anget!

    Sama ini nih, penasaran dengan Iwan Jaya Kue hahahaha kok nemu aja Mbak :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasiiih Mbak Jane udah kasih rekomen seafood lainnya. Pasti dicoba nanti ya karena kami berdua suka banget makan seafood di Bali hihihi. Kalau Iwan Jaya Kue, itu ketemu pas keliling-keliling cari pasar basah, eh lihat ada jualan kue ternyata isinya banyak, beli beli deh~

      Delete

Habis baca terbitlah senyum. Komen dong!